Pandangan Alkitab Mengenai Hoax

Pengertian Hoax

Menurut KBBI, Hoaks mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber. Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun “dijual” sebagai kebenaran. Menurut Werme (2016), mendefiniskan Fake news sebagai berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja menyesatkan orang dan memiliki agenda politik tertentu. Hoaks bukan sekedar “misleading” alias menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, namun disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta.

UU Berita Hoax

Melihat perkembangan berita Hoax sangat pesat dan perkembanganya cukup susah untuk dikendalikan. Hal ini berpengaruh ke beberapa faktor salah satunya yaitu Teknologi. Perkembangan teknologi yang pesat serta penggunaan media sosial sangat berpengaruh terhadap penyebaran berita hoax dari sekitar 265 jutaan pengguna media sosial mencapai 130 jutaan dan pengguna imobile itu sekitar 170 jutaan. Lama setiap orang menggunakan perangkat mobile sekitar 8 jam dan penggunaan media sosial sekitar 4 jam. Apa yang dilakukan pemerintah untuk menghambat laju penyeberan berita hoax? pemerintah dengan cepat tanggap membuat UU utk setiap penyebaran dan pembuat berita hoax yaitu sebagai berikut: 
1. UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik ( pasal 28:1 dan 2)
2.  UU No  1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana (pasal 14 dan 15)

Bagaimana pandangan Alkitab tentang Hoax dan penyebar berita hoax?

Dalam 1 Petrus 4:11 "Jika ada orang yang berbicra baiklah ia bicara sebagai orang yang menyampaikan Firman Allah; jika ada orang melayani baiklah ia melakukannya dengan segala kekuatan yang dianugerahkan Alah, supaya Allah dimuliahakn dalam segala sesuatu karena Yesus. ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama lamanya! amin."


"Dengan tegas dikatakan jika ada orang bicara, kita disuruh untuk berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah, menyampaikan kebenaran bukan kebohongan.




Matius 12:36 - 37 " Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap kata sia sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. karena menurut ucapanmu eangkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum"
"dalam ayat ini sangat jelas Allah berkata, bahwa dengan ucapan lah engkau dibenarkan dan menurut ucapan engkau dihukum, dalam kehidupan sehari hari itu diibaratkan pribahasa mulutmu adalah harimaumu yang artinya dengan mulut engkau akan dipuji dan karena mulut engkau juga dapat dihina" jadi Allah sangat membenci yang namanya penyebaran hoax.

Masih banyak nats alkitab yang mendukung supaya kita tidak menyebarkan Hoax. Mulai dari perjanjian lama sampai perjanjian baru bahkan di hukum tautan yang ke 9 dengan jelas dikatakan "Jangan bersaksi dusta".
Karna Dusta itu datangnya dari si Iblis seperti yang tertulis dalam Yohanes 8:44 (TB)  "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." Jadi jika kamu masih menebar dusta, berhentilah segera.

Pendusta merupakan salah satu contoh dari manusia yang belum lahir baru (Roma 3:8). Dan seorang penyebar hoax atau pendusta akan mendapat hukuman yang dahsyat seperti yang tertulis dalam Ulangan 13:1-5.

Jadi, berhentilah menyebarkan berita hoax, teliti dengan benar setiap sumber berita yang kamu baca. Apakah dari sumber yang terpecaya atau hanya penyebar hoax saja.




Komentar

Posting Komentar