Jadi Pemilih Cerdas di Pilkada 2020



Pemilihan kepala daerah atau sering disebut PILKADA adalah proses pemilihan kepala daerah yang dilakukan oleh masyarakat setempat yang memiliki hak ikut serta dalam pesta demokrasi. PILKADA pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005 dengan munculnya UU no 32 tahun 2004 pasal 56 dan 57 dikabupaten Kutai Kertanegara kalimantan Timur. Dalam penyelenggaraan dibentuk komisi pemilihan umum daerah yang bertanggung jawab terhadap DPRD. Proses pelaksanaan akan diawasi oleh badan pengawas pemilu (BAWASLU). Sebelum undang undang ini muncul maka pemilihan kepala daerah dilakukan DPRD. 

Pada tahun 2015 badan eksekutif dan legislatif (uu no 1 tahun 2015) melaksanakan pilkada serentak untuk beberapa wilayah Indonesia. Sejak masa itu maka pemilihan serentak untuk kepala daerah sdah terjadi 3 kali yaitu tahun 2015, 2017, dan 2018 serta sebentar lagi kita akan menghadapi PILKADA serentak 2020. Ditengah tengah masa pandemi covid19 ini pemerintah yang bekerja sama dengan KPU lagi mempertimbangkan proses keberlangsungan dari Pilkada 2020 dengan segala pertimbangan yang ada.

Di tengah masa pandemi covid19 sudah cukup menguras pikiran seluruh bangsa di dunia ini. Termasuk Indonesia, namun sebentar lagi kita juga akan menghadapi yang namanya pilkada serentak 2020 dibeberapa daerah Indonesia. Pertanyaannya apakah kita siap atau gak ditengah pandemi ini?
siap tidak siap setidaknya kita harus mempersiapkan diri mulai dari memilah  dan mencari tau siapa aja bakal calon pemimpin daerah yang akan berlanjut 5 tahun kedepan. Kita harus tetap menjujung tinggi asas dari pemilu yaitu Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia. Masalah - masalah di pemilihan kepala daerah sangat banyak mulai dari politik uang (Money Politic), daftar pemilih, penyelewengan kekuasaan, dan juga partisipasi pemilih yang rendah. Satu hal masalha paling rumit adalah kurangnya partisipasi dalam pilkada sehingga proses demokrasi tidak berjalan dengan baik.

Sebagai generasi Muda tugas berat ada di punggung kita untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya pesta demokrasi ini. Karna sangat berpengaruh pada hasil pilkada yang akan berlangsung. Ingat bahwa 5 menit masih berlaku untuk 5 tahun bahkan 1 suara bisa berpengaruh ke hasil yang akan didapatkan. Jadilah pemilih cerdas kenali para kandidat pemimpin daerahmu apakah layak atau tidak memimpin daerahmu. Mari hilangkan budaya money politik dan laporkan segala kandidat yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan demokrasi ke pihak terkait. Mereka yang layak untuk memimpin daerah harus menjunjungi tinggi integritas, stop berkata dia kerabatku, dia satu marga denganku, dia satu agama dan lain sebagainya mari sama sama kita hilangkan yang namanya SARA dan politik Identitas. 

Tugas generasi muda mungkin berat untuk mengubah pola fikir yang ada di masyarakat. Namun, hal ini jangan pernah menyurutkan semangat kita untuk mewujudkan pilkada yang bermartabat. mari sukseskan pesta demokrasi ini dengan mengajak keluarga, kerabat, tetangga utk sama sama ke TPS utk melakukan proses penyoblosan. Mari bergandeng tangan katakan TIDAK untuk GOLPUT. Salam pesta Demokrasi.

Komentar