Standard Murid Kristus yang Sejati (Luk 14:26-35)
Sebelum Naik Kesorga Allah memberikan perintah kepada Murid
muridnya yaitu: “Perrgilah jadikan semua
bangsa jadi muridku.. (Matius 28:19-20). Salah satu kerinduannya adalah
melihat bangsa Indonesia menjadi murid muridnya. Secara khusus adalah di
pelayanan mahasiswa, pertanyyannya knapa harus mahasiswa? Charles Habib Malik
pernah mengatakan : ubahlah universitas maka engkau akan mengubah dunia.
Kalimat yang keluar dari mantan Ketua Majelis Umum PBB itu bukan sekedar
retorika tetapi fakta sekaligus peringatan bagi kita. Banyak para pejabat atau
pemimpin di negeri ini (baik di sekuler maupun rohani) yang terlibat skandal
dan hampir semua mereka dulunya adalah mahasiswa, bahkan bung karno pernah
berkata “Berikan saya 10 Pemuda, maka saya akan menggunjang Dunia”. Ini adalah
salah satu yang kita pandang makanya pelayanan mahasiswa itu sangat perlu dan
merupakan langkah strategis untuk melaksanakan amanat agung.
Lantas bagaiamana kah standard dari Murid kristus yang
sejati? Hal ini menjadi banyak pertanyaan bagi kalangan pelayanan baik itu
gereja dll. Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita buka di lukas 14:26-35
berkata seperti ini: Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun
mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada
mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci
bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau
perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi
murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak
dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau
mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya
kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia
sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua
orang yang melihatnya, mengejek dia sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan,
tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau
pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan
apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya
dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama
musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian
pulalah tiap-tiap orang di antara kamu yang tidak melepaskan dirinya dari
segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. Garam memang baik,
tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada
lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk dan orang membuangnya saja.
Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar”
Ada beberapa hal yang dapat
kita lihat dalam nats ini:
1.
Kristus adalah yang terutama lebih dari apapun
(Ayat 26)
Dalam nats
ini sangat jelas dipaparkan bahwa kita lebih mengutamakan Allah dalam setiap
aktivitas kita baik itu dalam pekerjaan, perkuliahaan, profesi bahkan dalam
setiap aktivitas mu sehari hari. Pada ayat ini Kristus memberikan pesan yang
sangat – sangat keras bahkan sampai menyruh kita untuk membenci keluarga dalam arti kita harus menjauhi atau meninggalkan
keluarga kita karn Allah juga berpesan kepada kita untu mengasihi Sesama kita
manusia (imamat 19:18;matius 19:19; markus 12:31) jadi dalam nats ini jelas di
sampaikan kepada kita untuk “lebih
mengutamakan dia lebih dari siapa dan apapun”
2.
apapun resikonya Kristus menginginkan kita untuk
Setia (ayat 27)
untuk
menjadi murid Kristus, kita di tuntut untuk totalitas bukan setengah setengah apapun dan bagaimana pun resiko yang akan
kita hadapi seperti yang tertulis dalam matius 16:24. Tuntutan ini sangat
tinggi dan berat dengan keterbatasan kita manusia, itu tidak akan mampu kita
capai. Tapi Allah akan selalu menyertaimu ingat Matius 28: 20. Yang dikatakan “Aku
akan menyertai engkau sampai akhir zaman”
Bahkan dalam
ayat 28-30, Kristus dengan jelas mengilustrasikan bagaiamana kah seorang murid
kristus yaitu sebelum membangun sebuah menara kita harus memiliki anggaran
pembiayaan dan lain lain artinya Kristus menginginkan kita mempertimbangkan dan
rela bayar harga untuk menjadi muridnya bukan hanya sekedar ikut ikutan saja. Hal
ini sangat jelas dikatakan dalam 1 Korintus 9: 26-27, ini lah yang dinamakan
murid kristus.
“Intinya keputusan ini adalah dari dalam dirimu sendiri bukan dari orang lain atau karna keterpaksaan”
“Intinya keputusan ini adalah dari dalam dirimu sendiri bukan dari orang lain atau karna keterpaksaan”
3.
Mengutamakan
kristus diatas segala apa yang ada dibumi baik itu harta dan lainnya (ayat 33)
Kristus tau
bahwa kita sangat lemah yang namanya dengan harta, masih ingat dengan seorang
pemuda yang menyatakan aku sdah melaksanakan hukum taurat sayangnya ketika
Kristus menyuruh dia meninggalkan hartanya dia menolak dan lebih mengikuti
hartanya (matius 19:16-26).
Jadi apakah kita tidak boleh jadi orang kaya? Jawabannya jelas di 1 timotius 6:10 yang isinya “karena
akar segala kejahatan adalah cinta uang, sebab karna uanglah seseorang telah
menyimpang dari Iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai bagai duka.
Penutup: apa alasan Kristus
memberikan Syarat yang sangat tinggi bagi muridnya?
Karna Allah tau hal ini lah
yang menghalangi manusia untuk bersama dengan dia. Dan dengan dibuatnya syarat ini
sebagai tanda untuk kita mengasihi sesama, bertanggungjawab, dan menggunakan
potensi yang ada dalam diri kita untuk lebih baik lagi.
Bahkan diayat 33 ditegaskan “garam
memang baik, tetapi jika garam menjadi tawar maka tidaka ada gunanya selain
dibuang dan dan diinjak”
Mantaaaaapppp. ..lebih mudah di cerna.
BalasHapusTerimkasih
BalasHapus