PEMANFAATAN
MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Oleh:
INRAJAYA HALOHO
5123131016
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penyusun
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,dan karunia-Nya
lah penyusun dapat menyelesaikan Makalah Interaksi Belajar mengajar ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang
dimiliki. Dan juga penyusun berterima kasih kepada dosen mata kuliah Interaksi
Belajar Mengajar yang telah memberikan
tugas ini kepada penyusun dan membimbing penyusun dalam menyelesaikan tugas
ini.Penyusun juga berterimah kasih kepada seluruh teman-teman penyusun yang
telah memberikan bantuan materi dan Dukungan untuk penyusun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penyusun sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya penyusun mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penyusun memohon kritik dan saran .Akhir kata penulis menggucapkan terimah kasih.
Medan,05
Desember 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dizaman
era globalisasi ini hampir seluruh aspek kehidupan mengalami perubahan yang
pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat berpengaruh
terhadap setiap aspek kehidupan manusia mulai dari gaya hidup, interaksi secara
khusus dunia pendidikan. Perkembangan teknologi membuat serangkaian manusia
lebih senang akan hal – hal yang berbeda atau pun unik sehingga manusia
terkadng lebih senang akan interaksinya di dunia maya.
Perkembangan
teknologi yang pesat menumbuhkan inovasi – inovasi baru yang lebih menggiurkan
manusia. Sehingga sebagai umat yang memiliki akl budi dan fikiran kita harus
mampu memilah – milah mana yang bermanfaat bagi kita dan sesuai akn keburtuhan
kita. Sehingga tidak membuat kita menjadi jatuh kedalam hal – hal yang negatif.
Tetapi harus mampu memanfaatkan Teknologi itu dengan benar, sehingga dalam
pemanfaatn nya benar – benar terkendali.
Manusia
sekarang lebih cenderung suka yang namanya berinteraksi baik itu di dunia nyata
maupun di dunia maya. Bahkan cenderung manusia itu lebih suka akan dunia maya
sehingga banyak manusia yang menghabikan waktunya untuk menikmati yang namanya
dunia maya. Hal ini dapat kita lihat dengan lingkungan sekitar kita, dimana
setiap manusia sibuk dengan dunianya sendiri ketika mereka melakukan interaksi
di dunia maya sampai – sampai lupa untuk saling tegur sapa.
Penggunaan
tekhnologi informasi yang sekarang menjadi trend di kalangan masrakat
adalah penggunaan inertenet. Menurut wikipedia disebutkan, Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection
Networking, secara harfiah ialah sebuah
sistem jaringan global komputer dunia dari seluruh jaringan komputer
yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP)
untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Dalam dunia
pendidikan, internet banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Seperti
dimanfaatakan untuk mencari bahan ajar, digunakan sebagai media pembelajaran,
sebagai media dalam mengirim tugas, forum diskusi, dan lain sebagainya.
Dikarenakan Internet mampu mengkomunikasikan informasi antar jaringan komputer
yang terpisah jarak dan waktu, seringpula dimanfaatakan dalam kegiatan belajar
jarak jauh (distance learning). Hal ini seperti yang dilakukan oleh
Universitas Terbuka dalam mengkases perkuliahannya seringkali menggunakan
sistem belajar jarak jauh yang memanfaakan tekhnologi internet. Kegiatan
distance learning melalui internet ini disebut juga dengan elektronik
learning (e-learning), sebagaimana dituturkan oleh Hartley, (2001) “E-learning merupakan suatu jenis
belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan
menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain”.
B. Kajian
Teori
I.
Media Sosial
Apa
itu Media Sosial?
Media Sosial (Sisial media) adalah
saluran atau sarana pergaulan sosial secara On Line di dunia maya (Internet).
Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim
pesan, dan saling berbagi dan mebangun jaringan (networking). Menurut wikipedia
media sosial adalh sebuah media online dengan para penggunanya bisa dengan
mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring
sosial., wiki, forum, dan dunia virtual. Dan untuk jejaring sosial yang paling
sering digunakan oleh manusia terkhusus kalngan remaja dan mau beranjak dewasa
yaitu facebook, twitter, BBM, skype, dan masih banyak lagi.
Andreas Kaplan
dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai
"sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar
ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan
pertukaran user-generated content" (Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein
[2010] "Users of the world, unite! The challenges and opportunities of
Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68).
Karakteristik
media Sosial.
Gamble,
Teri, dan Michael dalam Communication Works sebagaimana dikutip
Wikipedia menyebutkan, media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
- Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
- Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
- Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
- Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
Peran dan Fungsi sosial media
Media sosial
memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain :
- Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan
keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan
media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun
dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.
- Membangun Hubungan
Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi
untuk berinteraksi dengan pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan
mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan
pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat
melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.
- Jangkauan Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global
tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media
sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari
lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda
untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan
pesan ke lebih banyak pengguna.
- Terukur
Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan
dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas
promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang
lama.
Fungsi sosial media
Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita
harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi, yaitu :
v Administrasi
Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam
jaringan sosial yang relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang.
Pembentukan pelatihan kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua
karyawan pada penggunaan media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan
integrasi konten dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk
menemukan dimana pasar anda.
v Mendengarkan
dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang
pasar anda inginkan, apa yang relevan dengan mereka.
v Berpikir dan
Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap
didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi
sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan pasar.
v Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif
sangat penting untuk mengukur apakah metode yang digunakan, isi dibuat
dan alat yang anda gunakan efektif dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar
anda.
Dampak positif dan negatif sosial media
Jejaring sosial media juga ada dampak positif dan dampak negatif yang
sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Pertama kita akan mengawalinya
dengan dampak negatif dari sosial
media terlebih dahulu.
a. Dampak Negatif
1.
Kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau
MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk
mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja
gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan
merusak performa mental.
2.
Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer
akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan
kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.
3.
Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila
menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari,
seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung
juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak
waktu duduk di depan meja komputer.
4.
Media elektronik, seperti komputer, laptop, atau
handphone (ponsel) juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak
dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa
tubuh. Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan
sesama mereka dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang
tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin
meningkat setiap harinya.
5.
Kejahatan dunia maya (cyber crime). Seiring
berkembangnya teknologi, berkembang pula
kejahatan. Didunia internet, kejahatan dikenal dengan nama cyber crime.
Kejahatan dunia maya sangatlah beragam. Diantaranya, carding, hacking,
cracking, phising, dan spamming.
6.
Membuat waktu terbuang
dengan sia-sia
b. Dampak
Positif
1.
Sebagai media penyebaran informasi
Informasi yang up to date sangat
mudah menyebar melalui situs jejaring sosial. Hanya dalam tempo beberapa menit
setelah kejadian, kita telah bisa menikmati informasi tersebut. Ini sangatlah
bermanfaat bagi kita sebagai manusia yang hidup di era digital seperti sekarang
ini. Cakrawala dunia serasa berada dalam sentuhan jari kita.
2.
Sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan dan
sosial
Mengasah keterampilan teknis dan
sosial merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi agar bisa bertahan hidup dan
berada dalam neraca persaingan diera modern seperti sekarang ini. Hal ini
sangatlah penting, tidak ada batasan usia, semua orang butuh untuk berkembang.
3.
Memperluas jaringan pertemanan
Dengan menggunakan jejaring sosial,
kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang belum kita
kenal sekalipun dari berbagai penjuru dunia. Kelebihan ini bisa kita manfaatkan
untuk menambah wawasan, bertukar pikiran, saling mengenal budaya dan ciri khas
daerah masing-masing, dll. Hal ini dapat pula mengasah kemampuan berbahasa
seseorang. Misalnya, belajar bahasa inggris dengan memanfaatkan fasilitas call
atau video call yang disediakan di situs jejaring sosial.
Pemanfaatan sosiala media sangat
beragam dalam kehidupan kita ada sebagai untuk bersenang – senang ada juga
sebagai kerja sampingan. Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam media sosial
yaitu berinteraksi dll.
II.
Media
Pembelajaran
Apa itu
Media pembelajaran?
Media
pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau
ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan,
manusia dan metode yang
dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran
/ pelatihan.
Sedangkan
menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah
sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film,
video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education
Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras.
Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran
merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media
pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu
komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi
dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa
berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral
dari sistem pembelajaran
Dari pendapat
di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta
didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta
didik.
Menurut Edgar
Dale, dalam dunia pendidikan,
penggunaan media pembelajaran seringkali
menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman, yang membutuhkan media seperti buku
teks, bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audio-visual”.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
- Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
- Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
- Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
- Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Pada
hakikatnya bukan media pembelajaran itu
sendiri yang menentukan hasil belajar. Ternyata keberhasilan
menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran
untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara
menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam
memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut.
Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam
media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
Tujuan menggunakan media pembelajaran :
Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu:
1) mempermudah proses belajar-mengajar
2) meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
3) menjaga relevansi dengan tujuan belajar
4) membantu konsentrasi mahasiswa
5) Menurut Gagne : Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar
6) Menurut Briggs : Wahana fisik yang mengandung materi instruksional
7) Menurut Schramm : Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional
8) Menurut Y. Miarso : Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa
Tidak
diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau
sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu
satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran,
perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan
perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru
bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat dilihat dari isi,
penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media
pembelajaran tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
Pemanfaatan
Media Sosial sebagai Media Pembelajaran
Kita telah mengetahui bahwa manfaat
teknologi itu sangat banyak salah satunya yaitu dalam bidang pendidikan. Kita
dapat melihat bagaimana pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan salah
satunya itu adalah sebagai media pembelajaran. Beragam aplikasi yang digunakan
oleh umat manusia untuk membuat media pembelajaran itu lebih menarik. Adapun
beberapa contoh aplikasi yang digunakan yaitu mcrosoft powerpoint, Easy
worship, Matlab, spss, media sosial dan masih banyak lagi yang digunakan oleh
manusia. Dan yang akan kita bahas disini adalah pemanfaatan media sosial
sebagai media pembelajaran.
Salah satu alasan membawa teknologi
informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah guru dan siswa dapat
memperoleh informasi secara cepat dan belajar dengan menyenangkan. Salah satu
alat yang sedang digemari saat ini adalah social network. Situs social network
yang akan dibahas adalah Twitter dan Facebook. Pada Twitter, aplikasi
micro-blogging gratis pada situs ini memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan
informasi sepanjang 140 karakter dengan mudah dan cepat. Micro-blogging merupakan
suatu bentuk blog yang memungkinkan pengguna mengirim pemutakhiran teks
singkat, foto atau klip audio dan kemudian menerbitkannya, baik untuk dilihat
oleh seseorang atau sekelompok orang yang dipilih oleh pengguna. Perbedaan
antara micro-blog dengan blog lainnya yaitu micro-blog memiliki ukuran yang
lebih kecil dari ukuran blog sebenarnya, tetapi tujuannya tetap sama yakni
pengguna menulis topik tertentu dan menguploadnya ke jaringan internet (Arfian,
2011).
Sebagai seorang pendidik, guru harus
mampu untuk menggunakan berbagai macam media dan mengkombinasikannya untuk
mendukung tujuan pembelajaran. Dengan penggunaan teknologi khususnya Twitter,
diharapkan siswa akan merasa senang untuk belajar karena mendapatkan pengalaman
baru dalam melakukan pembelajaran atau tidak menggunakan media atau cara yang
konvensional. Contoh penggunaan Twitter di dalam proses pembelajaran antara
lain adalah sebagai media untuk berdiskusi dan saling memberi komentar dalam
forum diskusi. Untuk memulai kegiatan ini, guru dapat memberikan pertanyaan
diskusi atau refleksi pada akhir pelajaran. Selanjutnya adalah meminta peserta
untuk memberikan komentar menggunakan Twitter. Caranya adalah dengan
mengetikkan dalam kotak update status, sepanjang 140 karakter dengan diawali
hashtag (tanda #). Misalnya siswa menuliskan komentar diskusi dengan format
hastag #globalwarming diawal tanggapan atau komentar mereka. Selanjutnya adalah
membuat sebuah halaman web yang dapat menampilkan komentar siswa menggunakan
layanan Tweetwall. Layanan ini dapat menampilkan status-status Twitter yang
menggunakan hashtag tertentu. Dengan cara tersebut, diharapkan peserta didik
akan mengalami sebuah pengalaman baru yang menyenangkan dalam berdiskusi
(Anonim, 2010).
Pada situs facebook ada banyak fitur
dan sarana yang bisa dipakai untk penunjang sarana [pembelajaran. Berikut
beberapa contohnya.
1. Facebook
Group
Guru dapat memulai aktivitas
pembelajaran menggunakan Facebook dengan mengumpulkan akun siswa dalam suatu
kelas ke dalam suatu grup yang dibuat khusus, misalnya grup Kelas X1 SMA Bina
Cendekia Mata Pelajaran Biologi Tahun Pelajaran 2010/2011. Melalui grup yang
telah dibuat tersebut, guru dapat bertukar informasi dengan siswa, begitu pula
antar siswa. Guru juga dapat memuncukan pertanyaan atau topik diskusi singkat
baik mengenai proses pembelajaran yang akan dan telah dilakukan di kelas atau
mengenai materi pembelajaran.
2. Facebook
Share
Ini merupakan fitur dasar di situs
tersebut. Fitur ini bisa digunakan sebagai sarana untuk membantu pembelajaran
dengan cara siswa maupun guru membagikan tulisan singkat, link, gambar, atau
video ke pengguna lain.
3. Facebook
Quiz
Fasilitas ini dapat digunakan dalam
proses pembelajaran karena memungkinkan pengguna untuk membuat kuis sendiri
dengan mudah. Guru dapat menggunakan fasilitas ini untuk memberikan tes pada
siswa atau dapat digunakan untuk kompetisi antar kelompok belajar dalam kelas.
4. Facebook
Note
Fitur ini memungkinkan guru untuk
memunculkan topik diskusi tertentu melalui tulisan berbentuk note atau catatan
yang menyerupai penulisan blog. Siswa juga dapat diberi tugas untuk menulis
note mengenai topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran yang sedang
dibahas. Pengguna juga dapat men-tag atau menandai akun pengguna lain sehingga
dapat memancing diskusi antara guru dan peserta didik maupun antar peserta
didik itu sendiri.
BAB IV
PENUTUP
Pada proses
pembelajaran, guru dan siswa dapat memperoleh informasi secara cepat dan dengan
cara yang menyenangkan dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi, salah
satunya adalah social network. Contoh penggunaan social network dalam
pembelajaran antara lain adalah penggunaan Twitter sebagai media untuk
berdiskusi dan saling memberi komentar dalam forum diskusi menggunakan hashtag
(tanda #) dan membuat sebuah halaman web yang dapat menampilkan komentar siswa
menggunakan layanan Tweetwall. Begitu pula pada situs Facebook, ada banyak
sarana dan fitur-fitur yang bisa dipakai untuk penunjang sarana pembelajaran
antara lain Facebook Group, Facebook Share, Facebook Quiz dan Facebook Note.
Dan dengan pemanfaatan media sosial ini diharapkan mampu menjadikan siswa lebih
aktif dalam proses belajar mengajar demi meningkatkan prestasi siswa.
DAFTAR
PUSTAKA
https://teknologipendidikankita.wordpress.com/2012/09/14/pemanfaatan-facebook-dalam-mata-kuliah-kapita-selekta-hasil-penelitian-kshp/#more-25
http://edi-winarno.blogspot.com/2011/07/pemanfaatan-social-network-sebagai.html
http://www.romelteamedia.com/2014/04/media-sosial-pengertian-karakteristik.html
Andi, Arfian. 2011. Pemanfaatan Blog untuk
Pembelajaran (online)
(http://www.scribd.com/doc/57122755/12/Pemanfaatan-Jejaring-Sosial-untuk-Pembelajaran,
diakses tanggal 05 desember 2014)
Anonim. 2010. Pemanfaatan Micro-blogging (Twitter) pada Proses Belajar Mengajar (online) (http://elearning.blog.esaunggul.ac.id/2010/08/14/micro-blogging/, diakses tanggal 05 Desember 2014)
terima kasih
BalasHapussama sama
Hapusterima kasih
BalasHapusTerimasi kasih
BalasHapus